Selasa, 22 Mei 2012

Permasalahan Ikhwah Mempersiapkan Pasca Kampus?

Sebagai seorang ikhwah yang menjadi aktivis dakwah kampus, memiliki perencanaan terhadap pasca kampus merupakan hal yang sangat penting. Masa kuliah yang hanya sebentar dan dunia masyarakat yang  berbeda dengan dunia kampus membuat ikhwah harus mempersiapkan diri dari awal. Banyaknya kendala yang dihadapi memerlukan kesiapan diri dan kesabaran untuk menyelesaikannya. Pada kesempatan kali ini halaqoh tujuh melakukan diskusi terhadap permasalahan ini. Permasalahan awal timbul berawal pada saat ikhwah kampus memcapai masa akhir studi, ketika tugas akhir menanti diselesaikan, dan pikiran harus sudah memiliki pandangan akan melangkah kemana kaki ini pasca kampus. Pada masa-masa yang bisa dibilang kritis untuk ikhwah kampus inilah keistiqomahan sedang di uji. Banyak yang kesulitan melewati ujian ini, tapi tidak sedikit yang  bisa melewati masa ini dengan baik. Beberapa permasalahan yang dihadapi antara lain:

1. Keistiqomahan untuk halaqoh (liqo’)
Halaqoh atau liqo’ yang sudah tertanam sebagai sarana tarbiyah ikhwah saat dikampus akan mengalami godaan. Untuk bisa tetap melanjutkan halaqoh pada pasca kampus, terkadang terkendala karena masalah adaptasi lingkungan baru, beban pikiran yang bertambah dan kesulitan untuk menemukan pengelola halaqoh pada wilayah tertentu. Kegalauan yang datang sering membuat semangat untuk dating ke halaqoh menurun, padahal kondisi seperti ini sangat bahaya karena bisa membuat ruhiyah ikhwah melemah dan yang paling buruk tidak melanjutkan halaqoh.

2. Pemilihan pekerjaan
Saat tuntutan kehidupan mandiri sudah datang, naluri alamiah ikhwah yang mendesak untuk segera mencari nafkah memberikan tekanan dalam memilih pekerjaan. Memilih pekerjaan yang lebih dekat dengan syar’I merupakan idealisme yang tertanam sejak di masa kampus. Permalahan yang membuat bimbang ialah ketika materi atau gaji menjadi godaan, menjadi pilihan yang sulit untuk melangkah. Pada kasus ini terkadang ikhwan memilih menjadi wirausahawan, namun memilih ini ikhwah juga harus memiliki kesiapan mental pula. Pandangan keluarga dan masyarakat ketika seorang yang baru lulus kuliah memulai wirausaha sekarang ini masih belum berpandangan positif. Mungkin ikhwah akan mampu menahan diri dari keluhan masyarakat, tapi perlu dipertimbangkan juga penilaian keluarga, orang tua belum tentu siap menanggapi pendapat masyarakat tentang keputusan ini. Pemilihan pekerjaan harus dipertimbangkan dengan beberapa pertimbangan tadi, baik ke syar’i-annya (kedekatan dengan nilai islam), pertimbangan keluarga dan penghasilan yang diperoleh.

3. Pemilihan pendamping hidup
Pada kasus ini mungkin beberapa ikhwah sudah mantab untuk memilih jodoh yang sesama ikhwah. Tapi ada juga ikhwah yang masih bimbang untuk memilih jodoh sesama ikhwah, amah ataupun  yang berbeda harokah. Pada kendala ini penjernihan pikiran dan hati dari hawa nafsu harus diutamakan, selain itu komunikasi dengan orang tua harus dengan baik. Terutama bagi ikhwah yang orangtuanya masih amah, menunjukan azam dan pertimbangan-pertimbangan terkait masa depan sendiri harus dilakukan agar kebahagiaan tidak hanya milik ikhwah yang menikah saja, tapi juga seluruh keluarga.

Saat ikhwah sudah kembali kemasyarakat menunjukkan identitas diri sebagai kader dakwah harus ditunjukkan. Jangan sampai menjadi orang yang tidak punya pendirian, layaknya bunglon yang merubah warna kulitnya sesuai dengan tempat dia berada. Tidak boleh ikhwah menjadi sesuatu yang meniru lingkungan, ketika lingkungan bersama dengan orang-orang shalih dia menjadi shalih, tapi saat dia berada pada lingkungan yang kufur dia ikut-ikutan kufur. Dengan menunjukkan identitas diri sebagai sorang kader dakwah, maka kita akan mampu memberikan kebaikan dan bisa menjadi orang yang menjadi rujukan masyarakat saat membutuhkan bantuan.

Maka dari itu peningkatab kapasitas diri tentang ruhiyah, fikriyah harus diperkuat. Tujuan pasca kampus harus mulai diteguhkan, dan kemandirian financial harus mulai dibangun untuk mempersiapkan diri. Wallahu a’lam bish showab

By: Halaqoh Tujuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar