Pada
tahap pembinaan tidak ada sesuatu pengaruhnya yang lebih besar dalam jiwa
selain dari pada ibadah ,karena dengan ibadah akan menghubungkan hati dengan
Alllah, meneguhkan jiwa dalam menghadapi penderitaan, lulus menghadapi fitnah
dan teguh diatas kebenaran.
Imam
Ahmad meriwayatkan perkataan Aisyah ra, “
sesungguhnya Allah mewajibkan qiyamul lail pada awal surah ini. Kemudian
Rasulullah saw dan para sahabatnya melaksanakannya selama satu tahun sampai
kaki – kaki mereka bengkak. Allah menahan penutup surah itu dilangit selama 12
bulan kemudian Allah menurunkan keringanan diakhir surah sehingga qiyamul lail
menjadin sunnah setelah diwajibkan”.
Qiyamul
lail yang diwajibkan pada permulaan ini merupakan daurah tadribiah
‘anifah’pelatihan intensif dan keras’ untuk komitmen dan taatt kepada Allah
selama satu tahun penuh dan seharusnya waktu malam hari hendaklah lebih banyak
digunakan untuk qiyamul lail dan sedikit untuk istirahat
Qiyamul
lail sendiri bukanlah sasaran atau hukuman Allah terhadap hambahNya, tetapi
merupakan tarbiya imaniyah ‘pembinaan keimanan’ untuk mewujudkan hubungan yang
kuat dengan Allah. Ia adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sarana
untuk dzikirullah , tabatul dan tawakal kepadaNya. Hal ini menjadi senjata satu
– satunya dalam pertarungan . Ialah yang membekali kaum mu’minin dengan kesabaran dalam menghadapi cobaan , penyikasaan dan
penghinaan .ialah sanjata sautu – satunya dalam
periode ini yang tidak membolehkan konfrontasi langsung.
Para
penyeruh ke jalan Allah sangat memerlukan senjata ini , dalam melaksanakan
tugas da’wah yang selalu menghadapi berbagai rintangan dan gangguan . Jika pada
tahapan ini seperti ini gerakan Islam tidak memperhatikan aspek ibadah , aspek
ruhiyah, qiyamul lail yang rutin dan berkesinambungan, dan daurah – daurah
secra berulang – ulang untuk “ hidup terus” , pasti akan menyaksikan para prajuritnya berjatuhan satu demi satu dan
rontok oleh benturan tribulasi.
By: Irfan Roismanto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar