Jumat, 18 Mei 2012

Karakteristik Kesebelas (Sabar Menanggung Siksaan dan Penindasan di Jalan Allah)


Pada masa ini setiap kabilah telah melancarkan berbagai penyiksaan terhadap putra-putra dan budak-budak mereka untuk memalingkan dan menghalangi mereka dari jalan Allah. Di antara kebiasaan orang musrik ialah mengikat sebagian sahabat di punggung onta dan sapi kemudian melemparkannya di padang pasir yang membakar. Bahkan, sebagian mereka ada yang dipakaikan baju besi kemudian dilempar ke batu-batu yang membara. Daftar orang yang disiksa karena Allah ini sangat panjang dan menyakitkan. Berikut ini beberapa contohnya:

Adalah Abu Jahal apabila mendengar seorang mulia dan kaya masuk islam, ia mengancam dengan kerugian harta dan penodaan kehormatan. Dan, apabila yang masuk Islam itu orang lemah, ia memukul dan menyiksanya.

Sedangkan, paman dari Utsman bin Affan biasa menyiksa orang yang masuk islam dengan cara membungkus orang itu dengan tikar anyaman daun korma kemudian membakarnya sampai kulitnya terkelupas seperti ular.

Umayyah bin Khalaf al-Jamhi pernah menyiksa budaknya, Bilal dengan mengikatkan tali ke lehernya kemudian diserahkan kepada anak-anak untuk diseret mengelilingi lereng-lereng Mekah sampai bekas tali itu di lehernya. Sementara itu, Umanyyah memukulinya dengan tongkat sambil sesekali mengencangkan ikatan tali di lehernya. Bahkan, Umanyyah pernah memaksanya duduk di terik matahari padang pasir dalam keadaan lapar. Dan lebih kejam dari itu, Bilal pernah di jemur di tengah kota Mekkah kemudian ditindih dengan batu besar di dadanya seraya dikatakan kepadanya, ’Demi Allah, kamu akan begini terus sampai mati atau kamu ingkar kepada Muhammad dan menyembah Lata dan Uzza.’ Sekalipun demikian tetap menjawab, ‘Ahad, ahad,’ sampai pada suatu hari Abu Bakar melewatinya kemudian membelinya dari mereka dengan tujuh uqiah.

Amar bin Yasir adalah budak milik Bani Makhzum. Ia dan kedua orang tuanya diketahui masuk Islam. Kemudian orang-orang mesyrik di bawah pimpinan Abu Jahal menyiksa mereka dengan menjemur mereka di terik matahari Mekah. Pada suatu hari Nabi SAW. melewati mereka sedang disiksa, kemudia bersabda, ‘Bersabarlah wahai keluarga Yasir, sesungguhnya kalian dijanjikan surge.’ Akhirnya, Yasir syahid karena penyiksaan, sedangkan Sumaiyyah ditusuk duburnya oleh Abu Jahal dengan parang sehingga mengakibatkan kematiannya. Maka tercatatlah (Sumaiyyah) sebagai syahidah yang pertama masuk islam. Selanjutnya, mereka memperkeras penyiksaan terhadap Ammar, kadang-kadang dengan menjemurnya di terik matahari dan kadang-kadang pula meletakkan batu besar di dadanya. Mereka berkata, ’Kami tidak akan meninggalkan kamu sampai kamu mencela Muhammad atau memuji Lata dan Uzza’ …’
Allahu A’lam


By: Kelik Isbiyantoro

Tidak ada komentar:

Posting Komentar