Islam tidak mengenal istilah balas
dendam, tetapi di dalam islam terdapat perintah
“Dan orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zhalim mereka
membela diri” (Asy-Syura [42]: 39). Ayat tersebut menjelaskan kepada kita bahwa
ada sebagian dari kader dakwah gerakan islam tidak sama tingkatannya dalam
menghadapi gangguan. Diantara mereka ada yang
disegani karena kekuatannya, atau keluarganya, atau kedudukannya. Kader
dakwah yang semacam ini mampu memberikan balasan terhadap permusuhan dan
perlakuankasar dari para musuh Allah. Sebagaimana yang telah terjadi saat hijrahnya Umar bin Khatab
radhiyallahu ‘anhu, dimana disebutkan bahwa setelah Umar masuk islam berjuang
melawan serangan mereka sampai matahari tegak di atas kepala mereka. Demikian
pula kisah Ustman bin Mazh’un tatkala ia kembali dari Habasyah dan mendapatkan
perlindungan al-Walid bin al-Mughirah. Kemudian perlindungan ini dibatalkannya
karena menginginkan perlindungan Allah
semata dan menolak dengan tegas apa yang diucapkan oleh penyair jahiliah itu,
sehingga dirinya dikeroyok oleh banyak orang. Kendatipun dia melakukan
perlawanan terhadap mereka, tetapi pengroyokan itu mengakibatkan kedua matanya
memar terkena pukulan.
Tindakan membela diri atau menolak
kedzaliman punya pengaruh yang positif dalam meningkatkan moralitas masyarakat,
terutama orang yang menghargai dan mengagumi kepahlawanan. Bahkan hal itu dapat
menjadi pendorong bagi orang yang ingin bergabung dalam barisan dakwah. Oleh
karena itu , jelaslah bagi para kader dakwah untuk mengerahkan segala daya dan
upaya dalam memperjuangkan agama islam ini. Akan banyak darah dan keringat yang
bercucuran serta air mata yang membasahi pipi di dalam memperjuangkannya.
Sejarah telah memberikan kita pelajaran yang sangat berharga, bahwa kader
dakwah yang ikhlas berjuang demi tegaknya syari’at islam akan mampu mengangkat
izzah dirinya juga izzah umat islam pada umumnya. Karena Allah akan senantiasa
menolong hamba-Nya yang menolong agama-Nya dan ia bersabar, karena sesungguhnya
pertolongan Allah itu dekat. Allahu A’alam
By: Heri Setyo Wibowo
By: Heri Setyo Wibowo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar